Banda Aceh, Kamis, 25 Mei 2013 – Wakil Wali kota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin
Jamal menyambut baik peresmian Sekolah Menengah Atas (SMA) Plus Al Athiyah yang
bertempat di Beurewee, Banda Aceh. Selain itu, pemerintah kota Banda Aceh juga
akan terus memberi dukungan penuh, mengingat generasi Qur’an di Banda Aceh
masih minim.
Ia juga menyebutkan bahwa, hal tersebut terjadi karena masih minimnya
perhatian masyarakat, khususnya para pendiri lembaga pendidikan, yang
mengkhususkan lembaga pendidikan dalam mencetak hafidz/hafidzah. Demikian yang
dikatakan oleh Illiza, saat bincang singkat bersama Sanu Firdausi, diradio
Seulaweut 91FM tadi siang (25/5), selepas peresmiaan SMA Plus Al Athiyah.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengatakan bahwa sekolah ini
merupakan sekolah swasta pertama di Banda Aceh, dengan Kelas Tahafidzul Qur’an.
Secara tidak langsung, berdirinya SMA Al Athiyah Selaras dengan visi Kota
Banda Aceh periode 2012-2017, yaitu menciptakan kota madani, dengan menjunjung
tinggi nilai-nilai dalam al-Qur’an. Oleh karenanya, ia menaruh harapan besar
dan terus berkoordinasi dengan pihak sekolah juga dinas pendidikan, agar
terciptanya masyarakat madani dengan nilai Islam.
Pemkot juga memberi penghargaan khusus bagi hafidz/hafidzah di Banda
Aceh, berupa beasiswa pendidikan. “Kelanjutan
sekolah anak-anak yang hafal Al-qur’an akan dibiayai oleh pemerintah kota,
sesuai dengan prestasi yang didapat, bisa dibiayai penuh atau setengah.”
[TM. Sayhrizal]







Post a Comment