Banda Aceh -- 14 Februari,
sebagian dari kita menanti kehadiran tanggal tersebut. Bahkan, sebagian umat Islam
meng-“halal” kan perayaan valentine, terutama dikalangan kaula muda. Melirik fakta yang terjadi ketika malam
atau tepat pada tanggal 14 februari tahun-tahun yang telah lalu, dimana saling
meluapkan kasih sayang dengan coklat, bunga, boneka, kartu ucapan, bahkan
sampai mereka (pasangan non-muhrim) melakukan zina sebagai penyaluran rasa
kasih sayang.
Tadi malam, di
Program Khazanah, bersama Ustadz Samsul Bahri di Radio Seulaweut 91FM, telah
dikupas tuntas tentang Fenomena Valentine ini. Dimana, beliau mengatakan bahwa
persoalan valentine merupakan merupakan persoalan i’tikad, dalam artian, mutlak keharamannya dalam merayakan dan meyakini valentin itu ada. Selain itu, dengan tegas
beliau mengatakan bahwa Valentin dilarang bukan karena kegiatan yang melanggar
syari’at seperti khalwat, dan sebagainya, melainkan Valentin itu sendiri telah
dilarang dalam Islam.
Ketika disinggung
mengenai berbagai macam ragam cerita akan asal usul Valentin yang berbeda-beda,
beliau mengatakan bahwa itu hanya rekayasa sejarah.
“valentin merupakan sejarah yang direka-reka, sejarah membuat sejarah.”
Demikian yang Ustadz Samsul Bahri, dalam Program Khazanah special dalam
menyikapi Valentin.
Ustadz Samsul Bahri juga mengatakan, “Pendeta yang bernama Valentin tersebut
sebenarnya tidak ada, karena ketika dilacak ulang, Valentin tidak ada dalam
sejarah. Juga Secara faktual, nama Valentine memang tidak ada.” Begitu juga
dengan sejarah-sejarah yang menggambarkan asal-usul valintin itu ada, yang
telah diberikan bumbu-bumbu reka-reka dan rekayasa.
Tetapi, sejarah
yang dituliskan oleh ulama-ulama Islam menyebutkan bahwa tanggal 14 Februari
tersebut merupakan tanggal dimana umat Islam di Spanyol hancur dan runtuh.
Sehingga mereka (Baca: Kaum Kristiani) merayakan keruntuhan Islam. Mereka juga
mengaitkannya dengan hari kasih sayang, menyalurkan nafsu secara bebas,
dikarenakan Islam telah runtuh. Dimana sebelumnya umat Kristiani menganggap
bahwa dengan adanya Islam, mereka tidak bisa menyalurkan kasih sayang secara
bebas. Oleh karenanya, merayakan Valentin, sama halnya kita merayakan
keruntuhan Islam di Spanyol. Beliau juga kembali menegaskan, bahwa bukan perayaannya yang
dilarang melainkan Valentin itu sendiri memang telah dilarang dalam Islam.
Dalam Islam,
dilarangnya Valentin ini berkaitan dengan i’tikad,
dan dosa besarnya adalah Syirik. Allah SWT dalam firmannya telah menyebutkan bahwa,
“Engkau (Muhammad) tidak akan dapati sesuatu kaum yang
beriman kepada Allah dan hari akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan
orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang
yang menentang itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka atau
saudara-saudara mereka ataupun keluarga mereka… ” [ QS. Al Muzadilah : 22 ]
Secara ringkas, firman Allah SWT menjelaskan bahwa
Iman dengan kecintaan akan orang kafir tidak akan pernah berjumpa. Dengan kata
lain, ketika beriman tentu tidak cinta akan orang kafir, begitu juga
sebaliknya, ketika cinta orang kafir maka tidak beriman.
Sedangkan kaitannya dengan Valentin adalah dimana Valentin secara tidak
langsung merayakan atas kematiannya Valentin dengan penuh keagungan. Oleh
karena itu bisa membawa kepada tidak berimannya seseorang, menuju kekufuran dan
kesyirikan. Apalagi jika dihubungkan dengan perkawinan dewa masyarakat Yunani
Kuno yang mereka anggap sebagai Tuhan. Inilah yang harus diwaspadai oleh umat
Islam sekarang.
Semua orang akan sangat terpengaruh terhadap lingkungan yang ada
disekitar kita. Begitu juga Valentin. Ketika orang-orang terbiasa dengan
Valentin, menerima Valentin, maka hati akan semakin akrab hatinya dengan Valentin
dan akan berdampak kepada kesyirikan. Jadi, selama masih bisa dihindari, maka
hindarilah.
Sedangkan apabila ada seorang muslim yang mendukung perayaan Valentin
dan yang merayakan valentine maka ia akan mendapatkan dosa besar. Ustadz Samsul
Bahri mengatakan, hal ini dikarenakan itu merupakan aktivitas dosa besar, juga
Valentin bertentangan dengan Islam. [TM. Syahrizal]






Post a Comment