klik
BREAKING

Thursday, February 14, 2013

Valentin : Menyeret Umat Menuju Kesyirikan



Banda Aceh -- 14 Februari, sebagian dari kita menanti kehadiran tanggal tersebut. Bahkan, sebagian umat Islam meng-“halal” kan perayaan valentine, terutama dikalangan kaula muda. Melirik fakta yang terjadi ketika malam atau tepat pada tanggal 14 februari tahun-tahun yang telah lalu, dimana saling meluapkan kasih sayang dengan coklat, bunga, boneka, kartu ucapan, bahkan sampai mereka (pasangan non-muhrim) melakukan zina sebagai penyaluran rasa kasih sayang.

Tadi malam, di Program Khazanah, bersama Ustadz Samsul Bahri di Radio Seulaweut 91FM, telah dikupas tuntas tentang Fenomena Valentine ini. Dimana, beliau mengatakan bahwa persoalan valentine merupakan merupakan persoalan i’tikad, dalam artian, mutlak keharamannya dalam merayakan dan meyakini valentin itu ada. Selain itu, dengan tegas beliau mengatakan bahwa Valentin dilarang bukan karena kegiatan yang melanggar syari’at seperti khalwat, dan sebagainya, melainkan Valentin itu sendiri telah dilarang dalam Islam.

Ketika disinggung mengenai berbagai macam ragam cerita akan asal usul Valentin yang berbeda-beda, beliau mengatakan bahwa itu hanya rekayasa sejarah.

“valentin merupakan sejarah yang direka-reka, sejarah membuat sejarah.” Demikian yang Ustadz Samsul Bahri, dalam Program Khazanah special dalam menyikapi Valentin.

Ustadz Samsul Bahri juga mengatakan, “Pendeta yang bernama Valentin tersebut sebenarnya tidak ada, karena ketika dilacak ulang, Valentin tidak ada dalam sejarah. Juga Secara faktual, nama Valentine memang tidak ada.” Begitu juga dengan sejarah-sejarah yang menggambarkan asal-usul valintin itu ada, yang telah diberikan bumbu-bumbu reka-reka dan rekayasa.


Tetapi, sejarah yang dituliskan oleh ulama-ulama Islam menyebutkan bahwa tanggal 14 Februari tersebut merupakan tanggal dimana umat Islam di Spanyol hancur dan runtuh. Sehingga mereka (Baca: Kaum Kristiani) merayakan keruntuhan Islam. Mereka juga mengaitkannya dengan hari kasih sayang, menyalurkan nafsu secara bebas, dikarenakan Islam telah runtuh. Dimana sebelumnya umat Kristiani menganggap bahwa dengan adanya Islam, mereka tidak bisa menyalurkan kasih sayang secara bebas. Oleh karenanya, merayakan Valentin, sama halnya kita merayakan keruntuhan Islam di Spanyol. Beliau juga kembali menegaskan, bahwa bukan perayaannya yang dilarang melainkan Valentin itu sendiri memang telah dilarang dalam Islam.

Dalam Islam, dilarangnya Valentin ini berkaitan dengan i’tikad, dan dosa besarnya adalah Syirik. Allah SWT dalam firmannya telah menyebutkan bahwa,

“Engkau (Muhammad) tidak akan dapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, tergamak berkasih-mesra dengan orang-orang yang menentang (perintah) Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang yang menentang itu ialah bapa-bapa mereka, atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka ataupun keluarga mereka [ QS. Al Muzadilah : 22 ]

Secara ringkas, firman Allah SWT menjelaskan bahwa Iman dengan kecintaan akan orang kafir tidak akan pernah berjumpa. Dengan kata lain, ketika beriman tentu tidak cinta akan orang kafir, begitu juga sebaliknya, ketika cinta orang kafir maka tidak beriman.

Sedangkan kaitannya dengan Valentin adalah dimana Valentin secara tidak langsung merayakan atas kematiannya Valentin dengan penuh keagungan. Oleh karena itu bisa membawa kepada tidak berimannya seseorang, menuju kekufuran dan kesyirikan. Apalagi jika dihubungkan dengan perkawinan dewa masyarakat Yunani Kuno yang mereka anggap sebagai Tuhan. Inilah yang harus diwaspadai oleh umat Islam sekarang.

Semua orang akan sangat terpengaruh terhadap lingkungan yang ada disekitar kita. Begitu juga Valentin. Ketika orang-orang terbiasa dengan Valentin, menerima Valentin, maka hati akan semakin akrab hatinya dengan Valentin dan akan berdampak kepada kesyirikan. Jadi, selama masih bisa dihindari, maka hindarilah.

Sedangkan apabila ada seorang muslim yang mendukung perayaan Valentin dan yang merayakan valentine maka ia akan mendapatkan dosa besar. Ustadz Samsul Bahri mengatakan, hal ini dikarenakan itu merupakan aktivitas dosa besar, juga Valentin bertentangan dengan Islam. [TM. Syahrizal]

Tentang ""

Radio Islami Pertama di Banda Aceh /Radio Keluarga Muslim/ Radio Keluarga yang Edukatif/ Semua ProgramnyaBernuansaIslami Dengan Tagline, Nyaman di HatiMembuka Cakrawala/ MempunyaiVISI : 3N (News, Nasyid dan Nida’) menyampaikan berbagai informasi yang bernilai kepada masyrakat dalam kemasan yang menghibur juga hiburan islami yang mengajak kepada kebaikan baik pribadi, keluarga maupun masyarakat, ini merupakan wujud MISI Syiar Islam.

Post a Comment

klik
 
Copyright © 2013 Radio Seulaweut 91 FM
Design by FBTemplates | BTT