HABADAGANG.COM - Kapal di Atas Rumah merupakan satu monumen Tsunami
yang biasa dikunjungi wisatawan yang berkunjung ke Aceh, baik wisatawan
lokal maupun wisatawan manca Negara.
Kapal di Atas Rumah adalah kapal yang tersangkut di atas rumah
keluarga Bapak Misbah dan Ibu Abasiah di kawasan Gampong Lampulo,
Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Keluarga itu sekarang menetap di Geuceu
Komplek.
Kapal dengan panjang 25 m, lebar 5,5 m dan berbobot 20 ton itu
terbawa gelombang Tsunami dari Sungai Kr. Aceh, yang berjarak sekitar 1
km dari tempatnya yang sekarang.
Untuk menstabilkan kapal, di bagian bawahnya telah diberi besi
penyangga, serta dibuat pula tangga datar setinggi lima meter untuk
memudahkan pengunjung yang ingin melihat bagian atas kapal.
Di bawah kapal ada tengara yang ditulis dalam bahasa Aceh, Indonesia dan Inggris yang berbunyi
“Kapal ini dihempas oleh gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember
2004 hingga tersangkut di rumah ini. Kapal ini menjadi bukti penting
betapa dahsyatnya musibah tsunami tersebut. Berkat kapal ini 59 orang
terselamatkan pada kejadian itu”.
Seorang wisatawan lokal, fauzi mengaku, sejak 10 tahun lalu pasca
kejadian gempa dan tsunami Aceh, kapal di Atas Rumah sudah menjadi
pembicraan bagi mereka yang berada diluar Aceh.
“Salah Satu yang menjadi prioritas kami ke berwisata ke Aceh adalah
berkunjung ke Kapal di Atas Rumah, Alhamdulillah hari ini kami sudah
berada dilokasi ini,” Kata Fauzi saat dijumpain di lokasi Kapal di Atas
Rumah, di Lampuloe, Banda Aceh. rabu (14/1/15).







Post a Comment