klik
BREAKING

Sunday, January 11, 2015

Warga Jerman Dukung Umat Islam Hadapi Islamofobia

REPUBLIKA.CO.ID, DRESDEN-- Setidaknya 18 ribu orang di kota timur Jerman, Dresden, mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa yang menentang pengaruh Islam di negara-negara Barat. Hal tersebut mendorong kontra-protes besar-besaran di beberapa kota di Jerman.

Jumlah tersebut mencatat rekor demostran yang turun menggelar aksi ke jalan. Mereka mendukung gerakan sayap kanan poulis yang dikenal sebagai, Patriot Eropa Melawan Islamisasi di Barat (PEGIDA).

Namun aksi PEGIDA ternyata ditentang banyak orang, ini membuat terciptanya demonstrasi tandingan yang menentang mereka. Demonstran di Berlin, Stuttgart, Cologne dan Dresden mengatakan mereka berkumpul melawan diskriminasi dan xenophobia. Aksi PEGIDA menurut mereka tak mencerminkan pesan toleransi.

Sejumlah tempat usaha, gereja dan perusahaan listrik di kota Cologne berencana tetap mematikan lampu di bangunan dan fasilitas lain. Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap protes menentang PEGIDA.

Kepala Katerdal Cologne Nobert Feldhoff kepada n-tv mengatakan, mematikan lampu merupakan upaya untuk membuat demonstran PEGIDA berpikir dua kali untuk melakukan protes. "Kamu mengambil bagian dalam tindakan itu, dari akar dan pidatonya, orang dapat melihat itu sebagai Nazi-izt, rasis, dan ekstremis. Anda mendukung orang-orang yang benar-benar tak ingin didukung," ujarnya.

Selama tiga bulan terakhir, demonstrasi oleh PEGIDA dilakukan di kota Dresden yang memiliki beberapa imigran Muslim. Jumlah demonstran PEGIDA membengkak dari beberapa ratus hingga 17.500 orang sebelum Natal. Polisi mengatakan jumlah kembali meningkat pada Senin malam.

Sementara itu sekitar 10 ribu kontra-demonstran diperkirakan akan berada di Berlin. Tak hanya itu 2.000 demonstran yang menentang PEGIDA juga turun ke jalan-jalan di Cologne dan 5.000 lainnya di Sttutgart.

Pada 15 Desember sekitar 15 ribu orang ambil bagian dalam aksi yang digelar PEGIDA. Salah satu demonstran Paul mengatakan, penting untuk menunjukkan bahwa demonstran PEGIDA berasal dari orang-orang biasa.

"Pada prinsipnya saya tak menentang Muslim. Tapi saya mengatakan kami tak ingin banyak Muslim, budaya kami bisa berubah. Kami ingin menjadi orang Jerman, kami ingin menjadi orang Eropa, kami tak ingin terlalu banyak orang datang ke sini dan mencoba mendapatkan uang dari sistem sosial kami," ujar Paul pada Aljazirah.

Tentang ""

Radio Islami Pertama di Banda Aceh /Radio Keluarga Muslim/ Radio Keluarga yang Edukatif/ Semua ProgramnyaBernuansaIslami Dengan Tagline, Nyaman di HatiMembuka Cakrawala/ MempunyaiVISI : 3N (News, Nasyid dan Nida’) menyampaikan berbagai informasi yang bernilai kepada masyrakat dalam kemasan yang menghibur juga hiburan islami yang mengajak kepada kebaikan baik pribadi, keluarga maupun masyarakat, ini merupakan wujud MISI Syiar Islam.

Post a Comment

klik
 
Copyright © 2013 Radio Seulaweut 91 FM
Design by FBTemplates | BTT