![]() |
| Poto saat gubernur melakukan survei lapangan www.aceh.tribunnews,com |
CALANG - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menegur Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman atas kelambatan realisasi sejumlah proyek APBA 2014 yang sumber dananya dari otonomi khusus (otsus). Menurut temuan lapangan, masih ada puluhan paket proyek otsus yang belum dikontrakkan oleh Pemkab Aceh Jaya.
Untuk tahun 2014, Aceh Jaya mengelola 527 kegiatan proyek otsus dengan nilai Rp 152,47 miliar. Kondisi di lapangan, menurut Gubernur Zaini sangat mengkhawatirkan. “Ini mengkhawatirkan dan Saudara Azhar harus bisa lebih proaktif dalam hal ini,” kata Zaini Abdullah saat menyampaikan evaluasinya di depan Bupati Aceh Jaya dan jajaran SKPD setempat, Selasa (9/9) siang.
Gubernur mengatakan, kalau pun ia menegur Azhar, tujuannya baik, agar proyek-proyek yang dibuat bisa dituntaskan dengan segera dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya warga Aceh Jaya. “Dia (Takwallah, Ketua Tim Pengendali Percepatan Kegiatan (P2K) APBA, red) pun kena semprot dari saya. Dia semprot Azhar lagi, jadi ada transfer semprot,” kata Zaini sambil tersenyum.
Saat meninjau proyek pembangunan gudang logistik, rumah penjaga, dan pagar di Sarah Raya, Teunom, Aceh Jaya, Gubernur Zaini juga mengeritik realisasi yang minim. “Kapan dibuat surat tegurannya untuk pelaksana,” katanya pada Azhar Abdurrahman yang mendampinginya di lokasi proyek.
Menurut informasi, proyek dengan nilai Rp 1,94 miliar itu realisasinya baru 23 persen, mestinya lebih dari 60 persen. Soalnya, sangat sulit bagi mereka untuk menuntaskannya dalam waktu 40-an hari lagi sebagaimana yang tercantum dalam kontrak.
Proyek lain yang dikunjungi Gubernur Aceh adalah jalan tembus yang membelah hutan Lamno menuju Jantho dengan panjang sekira 60 kilometer. Namun, ruas jalan ini belum tembus ke Jantho. Realisasinya 20,13 persen dan akhir November ditargetkan sudah beraspal sepanjang 13 kilometer. Masih ada 20 kilometer yang belum dibuka karena berada di kawasan hutan lindung. Begitupun, saat ini menunggu izin prinsip dari Departemen Kehutanan di Jakarta. Jika tembus, ruas jalan ini bisa menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru dan mempercepat jarak tempuh warga Jantho dan sekitarnya ke Lamno atau sebaliknya, dengan menghemat jarak tempuh hingga 100 kilometer.







Post a Comment