Jakarta - Pada tanggal 23 April 2014 kemarin, media Warta Ekonomi mengadakan seminar di Hotel Bidakara. Seminar yang mengangkat tema “Permenag No. 30 Th, 2013: Menyikapi Peningkatan Market Share Perbankan Syariah Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” ini menghadirkan berbagai tokoh, diantarnya, Bapak Ahmad Bucori (Dir. Pengaturan, Pengembangan Perizinan dan Pengawasan Perbankan Syariah OJK), Bapak Hendiarto (Dir. Keuangan Bank Muamalat) dan Bapak Ismi Kushartanto (Dir. Eksekutif PKES).
Seminar ini juga dihadiri oleh para pemimpin perusahaan, direktur pebankan, praktisi, akademisi dan mahasiswa. Tujuan diadakannya seminar ini untuk mengajak masyarakat secara luas untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan sistem perbankan syariah dalam mengelola dana hajinya serta untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi MEA 2015 nanti.
Bapak Bukhori selaku pembicara dari OJK memaparkan mengenai kesiapan perencanaan keuangan pada bank-bank syariah dalam mengelola dana haji yang jumlahnya begitu besar. Dengan dana haji yang diregulasikan melalui Permenag No.30 tahun 2013menyatakan untuk semua dana haji yang masuk ke kementerian agama harus ditampung di bank yang menggunakan sistem operasional syariah.
Dalam kaitannya dengan menghadapi MEA nanti, Pak Hendiarto juga menerangkan mengenai potensi besar yang dimiliki bangsa Indonesia dalam sektor perekonomian. Dengan usia produktif masyarakat Indonesia yang mencapai 65%, tidak menutup kemungkinan di tahun 2030 nanti pendapatan per kapita Indonesia dapat menyaingi negara Jerman dan Indonesia dapat menempati urutan sebagai negara 7 besar dalam perekonomian. Maka dari itu, sektor perbankan akan memaksimalkan kinerjanya dengan merangkul industri yang belum memiliki sistem yang bankable. Jumlah Industri yang belum bankable ini mencapai 68%. Jumah ini merupakan jumlh yang potensial untuk meningkatkan produktifitas usaha.
Pak Ismi selaku direktur eksekutif PKES juga menjelaskan peranan komunikasi antar bank yang juga penting untuk menjalin kerjasama antar bank untuk mensosialisasikan gerakan ekonomi syariah kepada masyarakat luas. Melalui Gresfund, masyarakat yang kekurangan dana dan kurangnya pembimbingan serta pengawasan akan dibantu dalam meningkatkan produktifitasnya. Diakhir acara beliau memberikan pentupan dengan menghimbau kepada semua pelaku perbankan untuk terjun ke masyarakat untuk memberikan fasilitas yang lebih baik.
Seminar ini juga dihadiri oleh para pemimpin perusahaan, direktur pebankan, praktisi, akademisi dan mahasiswa. Tujuan diadakannya seminar ini untuk mengajak masyarakat secara luas untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan sistem perbankan syariah dalam mengelola dana hajinya serta untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi MEA 2015 nanti.
Bapak Bukhori selaku pembicara dari OJK memaparkan mengenai kesiapan perencanaan keuangan pada bank-bank syariah dalam mengelola dana haji yang jumlahnya begitu besar. Dengan dana haji yang diregulasikan melalui Permenag No.30 tahun 2013menyatakan untuk semua dana haji yang masuk ke kementerian agama harus ditampung di bank yang menggunakan sistem operasional syariah.
Dalam kaitannya dengan menghadapi MEA nanti, Pak Hendiarto juga menerangkan mengenai potensi besar yang dimiliki bangsa Indonesia dalam sektor perekonomian. Dengan usia produktif masyarakat Indonesia yang mencapai 65%, tidak menutup kemungkinan di tahun 2030 nanti pendapatan per kapita Indonesia dapat menyaingi negara Jerman dan Indonesia dapat menempati urutan sebagai negara 7 besar dalam perekonomian. Maka dari itu, sektor perbankan akan memaksimalkan kinerjanya dengan merangkul industri yang belum memiliki sistem yang bankable. Jumlah Industri yang belum bankable ini mencapai 68%. Jumah ini merupakan jumlh yang potensial untuk meningkatkan produktifitas usaha.
Pak Ismi selaku direktur eksekutif PKES juga menjelaskan peranan komunikasi antar bank yang juga penting untuk menjalin kerjasama antar bank untuk mensosialisasikan gerakan ekonomi syariah kepada masyarakat luas. Melalui Gresfund, masyarakat yang kekurangan dana dan kurangnya pembimbingan serta pengawasan akan dibantu dalam meningkatkan produktifitasnya. Diakhir acara beliau memberikan pentupan dengan menghimbau kepada semua pelaku perbankan untuk terjun ke masyarakat untuk memberikan fasilitas yang lebih baik.
Sumber : Warta Kota







Post a Comment